zmedia

Persebaran Fauna Dunia, Mengenal Enam Wilayah Biogeografi Utama

Fauna atau hewan merupakan bagian penting dari kehidupan di bumi. Setiap wilayah di dunia memiliki jenis fauna yang khas, dipengaruhi oleh faktor iklim, geografi, dan sejarah evolusi. Persebaran fauna tidak terjadi secara acak melainkan mengikuti pola tertentu yang dikenal sebagai wilayah biogeografi.

Kajian tentang wilayah persebaran fauna di bumi pertama kali diperkenalkan oleh Philip Lutley Scalater (1858), selanjutnya dikembangkan oleh Thomas Henry Huxley (1868) dan Ilmuwan asal Inggris, Alfred Russel Wallace, pada abad ke-19 membagi dunia menjadi beberapa wilayah persebaran fauna berdasarkan kesamaan jenis dan karakteristik hewan. Pembagian ini dikenal sebagai Zona Fauna Wallace, dan menjadi dasar utama dalam studi biogeografi modern.

Gambar. Peta Pembagian Persebaran Fauna Menurut Wallace

Dalam artikel ini, kita akan membahas enam wilayah utama persebaran fauna dunia, yaitu:

  1. Wilayah Neartik
  2. Wilayah Neotropikal
  3. Wilayah Paleartik
  4. Wilayah Ethiopian
  5. Wilayah Oriental
  6. Wilayah Australian

Setiap wilayah memiliki keunikan tersendiri mulai dari mamalia besar di Afrika hingga marsupial unik di Australia.

1. Wilayah Neartik (Nearctic Region)

Letak dan Cakupan Wilayah

Wilayah Neartik mencakup sebagian besar Amerika Utara, termasuk Kanada, Amerika Serikat bagian utara, dan sebagian Meksiko bagian utara. Wilayah ini memiliki empat musim yang jelas, dengan variasi ekosistem mulai dari tundra, hutan gugur, hingga padang rumput.

Ciri dan Jenis Fauna

Fauna wilayah Neartik memiliki banyak kesamaan dengan fauna wilayah Paleartik karena keduanya pernah terhubung lewat jembatan darat di Selat Bering pada masa glasial.

Beberapa fauna khas wilayah Neartik antara lain:

  • Bison (Bison bison) – hewan besar yang dahulu mendominasi padang rumput Amerika.
  • Beruang grizzly (Ursus arctos horribilis) – salah satu predator puncak di Amerika Utara.
  • Rakun (Procyon lotor) – mamalia omnivora yang mudah beradaptasi.
  • Kelinci salju (Lepus americanus) – memiliki bulu putih di musim dingin untuk kamuflase.
  • Rusa kutub dan serigala Arktik di bagian utara.

Keunikan

Banyak fauna Neartik yang mampu beradaptasi dengan iklim dingin ekstrem. Selain itu, wilayah ini merupakan rumah bagi berbagai spesies burung migran yang berpindah ke selatan saat musim dingin tiba.

2. Wilayah Neotropikal (Neotropical Region)

Letak dan Cakupan Wilayah

Wilayah Neotropikal meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan sebagian selatan Meksiko. Kawasan ini juga mencakup kepulauan Karibia. Wilayah ini terkenal dengan hutan hujan tropis Amazon yang menjadi pusat keanekaragaman hayati dunia.

Ciri dan Jenis Fauna

Neotropikal adalah wilayah dengan keanekaragaman fauna paling tinggi di dunia. Banyak hewan yang tidak ditemukan di tempat lain.

Fauna khas wilayah Neotropikal antara lain:

  • Llama dan Alpaka di Pegunungan Andes.
  • Kapibara – hewan pengerat terbesar di dunia.
  • Tapir Amerika Selatan dan Armadillo.
  • Berbagai jenis monyet, seperti Monyet Howler dan Monyet Laba-laba.
  • Burung tropis, seperti Burung Tukang Kayu, Ara (Macaw), dan Kolibri.
  • Anakonda dan piranha di Sungai Amazon.

Keunikan

Hutan Amazon yang luas menjadikan wilayah ini sebagai paru-paru dunia dan rumah bagi lebih dari 10% spesies hewan di bumi. Kombinasi iklim tropis dan topografi Andes menciptakan ekosistem yang luar biasa kaya.

3. Wilayah Paleartik (Palearctic Region)

Letak dan Cakupan Wilayah

Wilayah Paleartik adalah wilayah fauna terbesar di dunia, mencakup seluruh Eropa, Asia Utara, dan Afrika bagian utara. Wilayah ini memiliki beragam iklim, mulai dari tundra di Siberia hingga gurun di Afrika Utara.

Ciri dan Jenis Fauna

Fauna Paleartik memiliki banyak kesamaan dengan fauna wilayah Neartik karena pernah terhubung secara geologis.

Fauna khas wilayah Paleartik meliputi:

  • Rubah merah (Vulpes vulpes) – tersebar luas di Eropa dan Asia.
  • Kelinci Eropa, Landak, dan Beruang coklat.
  • Kuda liar (Equus ferus przewalskii) di Asia Tengah.
  • Burung elang, rajawali, dan bangau.
  • Domba dan kambing liar di pegunungan.

Keunikan

Wilayah Paleartik menampilkan transisi fauna yang luas — dari fauna gurun di Afrika Utara hingga fauna kutub di Siberia. Banyak spesies di wilayah ini yang telah dijinakkan oleh manusia, seperti domba, sapi, dan kuda.

4. Wilayah Ethiopian (Afrotropical Region)

Letak dan Cakupan Wilayah

Wilayah Ethiopian mencakup hampir seluruh benua Afrika (kecuali Afrika Utara bagian Mediterania), serta sebagian Arabia Selatan dan Madagaskar.

Ciri dan Jenis Fauna

Ethiopian dikenal dengan fauna besar dan megafauna yang ikonik. Banyak hewan di wilayah ini menjadi simbol kehidupan liar Afrika.

Contoh fauna khas wilayah Ethiopian antara lain:

  • Gajah Afrika (Loxodonta africana) – mamalia darat terbesar di dunia.
  • Singa (Panthera leo) dan Macan tutul (Panthera pardus) sebagai predator puncak.
  • Jerapah, zebra, badak, dan kuda nil.
  • Kera besar, seperti Gorila dan Simpanse.
  • Burung unta, burung terbesar di dunia.

Keunikan

Wilayah ini memiliki ekosistem sabana yang luas dengan rantai makanan alami yang kompleks. Madagaskar, yang terisolasi selama jutaan tahun, memiliki fauna endemik seperti lemur yang tidak ditemukan di tempat lain.

5. Wilayah Oriental (Oriental Region)

Letak dan Cakupan Wilayah

Wilayah Oriental mencakup Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk India, Sri Lanka, Tiongkok Selatan, Filipina, dan Kepulauan Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali).

Ciri dan Jenis Fauna

Wilayah ini beriklim tropis lembap dengan hutan hujan lebat. Faunanya sangat beragam, dengan perpaduan fauna daratan Asia dan fauna khas kepulauan tropis.

Fauna khas wilayah Oriental antara lain:

  • Harimau Bengal dan Harimau Sumatra.
  • Gajah Asia (Elephas maximus).
  • Badak bercula dua (Rhinoceros sondaicus).
  • Orangutan Kalimantan dan Sumatra.
  • Beruang madu, bekantan, dan tapir Asia.
  • Burung merak, anoa, dan kancil.

Keunikan

Wilayah Oriental merupakan salah satu kawasan dengan tingkat endemisitas tinggi. Fauna wilayah ini banyak yang terancam punah akibat perburuan dan kerusakan hutan. Di Indonesia, garis imajiner yang disebut Garis Wallace memisahkan fauna Oriental (bagian barat) dan fauna Australian (bagian timur).

6. Wilayah Australian (Australian Region)

Letak dan Cakupan Wilayah

Wilayah Australian mencakup Australia, Papua Nugini, Selandia Baru, dan Kepulauan Maluku bagian timur serta Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini terpisah lama dari benua lain sehingga memiliki fauna yang sangat unik dan endemik.

Ciri dan Jenis Fauna

Ciri utama fauna wilayah Australian adalah dominasi hewan berkantong (marsupial) dan hewan yang bertelur seperti monotremata.

Fauna khas wilayah Australian antara lain:

  • Kangguru, Koala, dan Wombat.
  • Platipus dan Echidna – mamalia bertelur yang unik.
  • Burung kasuari, kiwi, dan kakatua.
  • Ular taipan dan biawak besar (varanus).
  • Burung cenderawasih di Papua.

Keunikan

Australia terkenal sebagai “benua fauna purba.” Karena terisolasi selama jutaan tahun, banyak spesies berkembang secara unik tanpa pengaruh fauna Asia atau Afrika. Garis Wallace dan Garis Weber membatasi persebaran fauna antara wilayah Oriental dan Australian di Indonesia Timur.

Garis Wallace dan Garis Weber, Batas Fauna Dunia

Dalam studi biogeografi, Alfred Russel Wallace mengemukakan dua garis penting di wilayah Indonesia:

  • Garis Wallace memisahkan fauna Asia (Oriental) dan fauna Australia (Australian), membentang antara Kalimantan–Sulawesi dan Bali–Lombok.
  • Garis Weber, yang berada di sebelah timur Garis Wallace, menunjukkan zona peralihan fauna kedua wilayah.

Daerah antara kedua garis ini disebut Wallacea, mencakup Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Di wilayah ini, kita bisa menemukan campuran fauna Asia dan Australia, seperti anoa, babirusa, dan kakatua.

Penutup

Persebaran fauna di dunia mencerminkan perjalanan panjang evolusi, perpindahan benua, serta adaptasi terhadap lingkungan. Dari padang sabana Afrika hingga hutan hujan Amazon, setiap wilayah memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa.

Enam wilayah persebaran fauna dunia, Neartik, Neotropikal, Paleartik, Ethiopian, Oriental, dan Australian, memberikan kita pemahaman bahwa kehidupan di bumi saling terhubung namun juga unik di setiap tempat.

Sebagai manusia modern, tugas kita adalah menjaga keseimbangan ekosistem ini agar warisan alam dan keanekaragaman fauna tetap lestari untuk generasi mendatang.

***

Posting Komentar untuk "Persebaran Fauna Dunia, Mengenal Enam Wilayah Biogeografi Utama"